Sebuah kejadian yang membuat
Nana hampir tidak bisa menahan air mata. Nana memiliki seorang sahabat yang
sangat baik. Bahkan, membuat Nana menobatkan sebagai sahabat yang paling baik.
Namanya Yatsumi Haruno. Dia juga teman sekelasnya Nana sejak SD. Dan sekarang,
mereka telah lulus dari SD dan berencanakan sekolah yang sama.
Sampai suatu hari, seperti
biasa, Nana main kerumah Yatsumi yang tidak jauh dari rumahnya. Saat melintas
rumahnya Yatsumi, rumah Yatsumi sangat kosong, bahkan tidak ada satupun barang
dirumah Yatsumi. Sesuatu ada yang aneh. Ketika dia melihat rumah Yatsumi,
terlihat Yatsumi diteras rumah dengan wajah yang sedih. Lalu, Nana menghampiri
Yatsumi.
“Yatsumi, ada apa? Kok murung?”
Tanya Nana.
“ Aku sebenarnya mau bilang ke kamu, tapi aku
gak bisa. Aku takut akan meninggalkan bekas luka dihatimu.” Jawab Yatsumi.
“Lho, emangnya ada apa? Kamu punya pacar?
Terus,kamu putus sama dia?” tanya Nana.
“Bukan. Aku gak punya pacar kok.
Aku mau bilang sebenarnya aku tuh mau pergi dari kota Kofu ini.” Jawab Yatsumi.
“Haaaahhh?? Mau pergi? Pergi
kemana?” Tanya Nana lagi sangking kagetnya.
“Aku mau pergi ke luar kota
mengikuti ayahku. Kayaknya aku pergi dan tak pernah kembali lagi.” Jawab
Yatsumi sambil meneteskan air mata.
“Maaf ya Nana! Kalau misalnya aku pernah punya kesalahan selama kita
menghiasi lembaran kehidupan kita. Aku sangat nyesal banget! Aku ingin menolak
ajakannya ayahku, tapi apa boleh buat. Karena ini sudah takdirnya, aku gak bisa
menolak. Maaf ya Nana! Tolong jangan lupakan aku ya?”terusnya Yatsumi dengan
penuh rasa penyesalan.
“Tapi Yatsumi, aku gak mau kamu pergi! Aku
mohon Yatsumi!” permohonan Nana dengan
penuh air mata.
” Aku gak bisa Nana! Aku sudah
menduganya. Ini akan meninggalkan bekas luka dihati. Maaf ya Nana!” jawab
Yatsumi dengan rasa kesedihannya.
“Nah, itu mobilnya udah didepan
rumah tuh! Udah ya Nana! Mulai sekarang, detik ini, jangan pernah melupakanku!
Ok? Selamat tinggal Nana!” permohonan terakhir dari Yatsumi sambil mendekati
mobil yang akan ditumpangi oleh Yatsumi.
“ Yatsumiiiiii!!! Aku mohon
jangan pergi! Yatsuuumiiiiii!!!!” teriak Nana sambil mengejar mobil yang
ditumpangi Yatsumi sambil menangis.
Sejak 2 tahun yang lalu itu, Nana yang dulu
sangat ceria, pandai bergaul, berubah menjadi pendiam, pemarah, sangat tidak
suka diajak berkomunikasi dengan orang lain, dan suka menyendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar