Nagisah merasa kasihan kepada Nana. Ia ingin
membuat sebuah Reunian SD agar Nana bisa kembali seperti semula. Ia harus
mengundang Nana, Yosi, dan Yatsumi. Lalu, dia menanyakan kepada Ritsu.
“Ritsu, kita ngadain reunian SD kah?”
“Terus? Tujuannya apa?”
“Ya, membuat Nana kembali seperti semula. Sekaligus, juga bertemu
guru-guru lama.”
“Iya, aku juga setuju.”
“Sebentar ya? Aku mau…”
“Eh tunggu, kapan reunian?”
“Ya, kita bicarakan kita bertiga dulu! Baru kita ajak Nana apa dia mau
atau tidak. Kalau dia mau, kita berangkat. Kalau gak, kita tetap berangkat.”
“Ya sudah.”
“sebentar ya? Aku mau nelpon Yatsumi dulu!”
“Ya.”
Lalu, Nagisah pergi sebentar. Mengeluarkan Handphone kesayangannya.
Nagisah menelpon Yatsumi.
“Halo? Apakah ini Yatsumi?”
“Iya. Ada apa? Oh iya, ini siapa?”
“Ini Nagisah. Aku mau ngerancanakan Reunian. Aku ingin menjemputmu
setelah pulang sekolah.”
“Jangan kerumahku!”
“Lho, ada apa? Ada acara kah?”
“Gak. Aku ingin ceritakan kepadamu. Sebenarnya, aku udah pindah rumah ke
luar kota. Dan aku gak akan kembali lagi.”
“Haaahhh?? Kapan?”
“Udah lama. Setelah lulus SD itu, aku langsung pergi. Maaf ya!”
“Ahh!! Gak papa.”
“Udah ya!”
“Ya!”
Jangan-jangan,
itu penyebabnya Nana menjadi seperti ini? Dia kan sahabatnya Nana. Nana! Aku
juga nyesal baru sadar kalau kamu seperti ini karena Yatsumi!
“Terus? Gimana? Yatsumi setuju?”
“Anu, aku mau ngasih tau bahwa kita batalkan reunian!”
“Haaahhhh??? Kenapa dibatalkan?”
“Sebenarnya, Yatsumi pindah rumah ke luar kota dan dia bilang dia gak
akan kembali lagi.”
“Yaahh!! Tunggu! Jadi selama ini Nana menjadi penyendiri gara-gara
Yatsumi, dong?”
“Mungkin. Aku juga memperkirakan tentang hal. Bisa jadi dia seperti
ini karena Yatsumi kan?”
Dibalik kejauhan, Nana mendengarkan perkataan mereka berdua.
Meskipun
kalian mengajakku untuk Reunian SD, aku gak akan bisa datang tanpa Yatsumi.
Yatsumi! Seandainya kau disini, aku gak akan menderita seperti ini tanpamu!
Lari meninggalkan Nagisah dan Ritsu. Ditengah
Nana berlari…
BUK!!
Nana, menabrak seorang siswa kelas 1. Dan ternyata, dia Yosi yang
selesai dari perpustakaan bersama
Tatsuya.
“Ma, maaf! Aku menjatuhkan bukumu!”
“Aaah, gak papa!”
“Lho?”
“Ada apa, Nana?”
“Gak papa. Aku mau pergi dulu! Daahh!” Jawab Nana sambil lari kencang.
Kok aneh
ya? Ketika aku melihat wajahnya, hatiku berdetak kencang dan seolah-olah aku
malu besar. Tapi, ada apa? Aku gak ngerti perasaan ini!
“Hei, dia cocokkan buatmu?” Tanya Tatsuya.
“A,apa? Buat apa? Maksudmu pacaran?”
“Iya. Kulihat wajahnya, wajahnya merah. Hihihi!”
“Udah. Gak usah dibahas!”
“Ya. Ayo kembali ke kelas!”
“Ya.”
Kok aku
juga merasakan apa yang diceritakan Tatsuya ya? Masa’ aku suka sama Nana?
Aaahhh! Mustahil! Palingan tadi dia malu karena dia menabrak dan takut dilihat
semua orang.
Yosi tak habis pikir apa yang dia rasakan. Apa arti perasaan ketika
dia melihat wajahnya Nana? Menurut Yosi, Nana itu cantik, manis. Mengingat
kejadian itu, Nana selalu terbayang di pikiran Yosi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar